Upaya advokasi dilakukan oleh mantan kapten Khalida Popal bersama kelompok HAM.
Pada 2024, mereka mulai kembali bermain dalam turnamen internasional di Maroko.
Kini, FIFA akhirnya mengesahkan status mereka sebagai tim yang diakui.
Tim ini dijadwalkan menjalani laga persahabatan pada jeda internasional mendatang.
Mereka juga bersiap untuk peluang tampil di kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Dari pelarian hingga pengakuan dunia kisah tim ini akhirnya berbuah hasil.
Keputusan FIFA bukan sekadar soal sepak bola, tetapi juga tentang hak dan kesempatan. Perjalanan panjang tim wanita Afghanistan kini membuka babak baru yang lebih adil dan penuh harapan.












