“Ini kesempatan besar untuk terus menguji dan menaikkan level Timnas. Dengan menghadapi lawan dari luar Asia secara rutin, para pemain akan terbiasa secara mental dan kualitas teknis. Ini jalan terjal sekaligus peluang membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia,” ungkap Erick Thohir, Sabtu (22/11).
Pada FIFA Series 2026, Indonesia akan menjadi tuan rumah bersama tujuh negara lainnya Australia, Azerbaijan, Kazakhstan, Mauritius, Puerto Rico, Rwanda dan Uzbekistan.
Penunjukan ini menempatkan Indonesia semakin kuat dalam peta sepak bola internasional setelah sebelumnya sukses menjadi penyelenggara berbagai ajang besar.
FIFA Series pertama kali digelar pada 2024 dengan lima negara tuan rumah: Aljazair, Azerbaijan, Mesir, Arab Saudi, dan Sri Lanka.
Format tersebut terbukti sukses menghadirkan pertandingan lintas benua yang kompetitif, termasuk pertemuan Aljazair (CAF) dengan Bolivia (CONMEBOL), Andorra (UEFA), dan Afrika Selatan (CAF).
Kesuksesan inilah yang menjadi landasan perluasan format pada edisi 2026, di mana Indonesia termasuk dalam daftar host.
Selama ini, Timnas Indonesia lebih sering menghadapi lawan dari Asia (AFC). Melalui FIFA Series, kesempatan terbuka lebar untuk:
- Menghadapi lawan-lawan dengan karakter permainan berbeda,
- Mempelajari disiplin taktis Eropa,
- Menguji diri menghadapi fisik kuat tim Afrika,
- Menyerap kreativitas khas Amerika Selatan,
- Hingga mengimbangi kecepatan tim CONCACAF.












