Langkah ini diambil agar negosiasi tersebut menjadi kelanjutan dari dialog sebelumnya terkait program nuklir Iran yang memang pernah digelar di Oman.
Menurut pejabat tersebut, Iran sejak awal menegaskan bahwa pembicaraan hanya akan berfokus pada isu nuklir, sementara pihak Washington disebut ingin memasukkan agenda lain di luar topik tersebut.
Teheran juga menyadari bahwa beberapa negara kawasan sempat diundang untuk terlibat dalam pembicaraan di Istanbul, termasuk Turki, Mesir, dan Qatar.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa mengonfirmasi bahwa ia telah menginstruksikan dimulainya pembicaraan dengan AS, menyusul permintaan dari sejumlah “pemerintah yang bersahabat.”
“Saya telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri saya, dengan syarat terciptanya lingkungan yang sesuai bebas dari ancaman dan tuntutan yang tidak masuk akal untuk melakukan negosiasi yang adil dan setara,” tulis Pezeshkian dalam unggahan di platform X.
Kementerian Luar Negeri Iran juga menyatakan bahwa persiapan pembicaraan dengan AS tengah dilakukan dan konsultasi intensif masih berlangsung untuk menentukan lokasi final pertemuan.
“Perencanaan telah dibuat untuk mengadakan pembicaraan dalam beberapa hari ke depan, dan lokasi akan diumumkan segera setelah ditetapkan,” ujar juru bicara Kemenlu Iran, Esmail Baghaei.












