PemerintahanPeristiwa

Kemarau Ekstrem 2026 Mengintai! BMKG Ungkap Ancaman El Nino dan Lonjakan Karhutla hingga 20 Kali Lipat

15
×

Kemarau Ekstrem 2026 Mengintai! BMKG Ungkap Ancaman El Nino dan Lonjakan Karhutla hingga 20 Kali Lipat

Share this article
Kemarau Ekstrem 2026 Mengintai! BMKG Ungkap Ancaman El Nino dan Lonjakan Karhutla hingga 20 Kali Lipat, Foto:(bmkg)

Dalam pelaksanaannya, strategi BMKG mencakup pemantauan dan prediksi iklim secara berkala, pemanfaatan sistem Fire Danger Rating System (FDRS) untuk memetakan tingkat kerawanan kebakaran, pemantauan hotspot dan sebaran asap, serta prediksi potensi pertumbuhan awan hujan sebagai dasar intervensi di lapangan.

Selain itu, BMKG juga memperkuat diseminasi informasi peringatan dini serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas operasi yang telah dilaksanakan.

Adapun saat ini, operasi modifikasi cuaca tengah berlangsung di sejumlah wilayah prioritas dengan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Di Riau, operasi yang dimulai sejak 28 Maret 2026 dan direncanakan berlangsung hingga 11 April 2026 telah menunjukkan hasil signifikan.

Sementara itu, operasi di Natuna yang berlangsung pada 1–5 April 2026 juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan curah hujan.

“Di Posko Riau, dari 23 sorti penerbangan, kita berhasil menambah curah hujan hingga 33 persen dengan volume air lebih dari 100 juta meter kubik. Di Natuna, tiga sorti penerbangan meningkatkan curah hujan sebesar 36 persen atau sekitar 1,4 juta meter kubik,” ungkap Faisal.

Ia juga menegaskan bahwa BMKG mendapatkan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat sistem operasi modifikasi cuaca sebagai bagian dari strategi nasional pengendalian karhutla.

“Semoga kita semua dapat bersinergi dalam langkah yang sama untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tahun 2026,” pungkasnya.