Meski demikian, pemerintah mengakui dampak pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan seluruh masyarakat. Menurut Purbaya, proses distribusi pertumbuhan membutuhkan waktu agar manfaatnya lebih merata.
Di sisi lain, pelemahan rupiah terhadap dolar AS menjadi perhatian pasar. Namun Menkeu menilai kondisi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia.
Pemerintah juga disebut melakukan langkah stabilisasi melalui operasi pembelian Surat Berharga Negara (SBN) guna menjaga pasar obligasi tetap stabil.
Menurutnya, langkah itu berhasil membantu menekan kenaikan yield obligasi dan menjaga minat investasi asing di pasar domestik.
Pemerintah memastikan akan terus melakukan langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Selain menjaga pasar obligasi, pemerintah juga berharap aliran modal asing kembali meningkat dalam beberapa waktu mendatang.












