“Pengembangan kompetensi melalui pendidikan profesi merupakan investasi jangka panjang. Kami ingin memastikan setiap perwira memiliki akses yang luas terhadap peningkatan kapasitas diri agar tetap relevan, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan bisnis yang terus berkembang. Dukungan dan kolaborasi dengan PSPPI ITB menjadi bagian penting dari strategi penguatan SDM Pertamina,” jelas Andy.
Sementara itu Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara menilai program ini sebagai langkah konkret membangun kualitas SDM unggul di sektor energi.
“Program ini tidak hanya memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, tetapi juga memastikan para insinyur Indonesia memiliki kompetensi teknis kelas dunia, wawasan global, karakter yang kuat, serta menjunjung tinggi etika profesi dan jati diri bangsa,” ungkapnya.
Program profesi Insinyur kolaborasi Pertamina dan ITB dibuka pada 8 Januari 2026, dan program kerja sama ini berlaku untuk 1 tahun ke depan 2 semester akademik.
Melalui penguatan kompetensi SDM secara berkelanjutan dan kolaborasi strategis dengan akademisi ITB, Pertamina berkomitmen dalam menyiapkan talenta unggul yang adaptif, inovatif dan berdaya saing global.
Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional, mempercepat transisi energi, serta memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan dalam menghadapi tantangan masa depan industri energi yang terus berkembang.
(pertamina)












