Konflik memuncak ketika Krypto terkena panah beracun, memaksa Kara berpacu dengan waktu untuk menyelamatkannya.
Premis ini memadukan drama emosional dengan aksi luar angkasa, bahkan disebut-sebut memiliki nuansa “John Wick versi galaksi” karena motivasi balas dendam yang dipicu oleh hewan peliharaan.
Secara visual, trailer menampilkan skala besar dengan latar planet asing, bar luar angkasa, dan konflik antar bajak laut galaksi. Aksi yang intens dan performa Milly Alcock menjadi daya tarik utama.
Namun, muncul kritik bahwa gaya visual dan nuansa film terasa sangat familiar.
Meski menjanjikan, trailer Supergirl memicu perdebatan. Banyak pengamat menilai film ini memiliki kemiripan kuat dengan Guardians of the Galaxy, terutama dalam beberapa aspek:
- Karakter utama penuh trauma dengan gaya santai dan “cool”
- Setting luar angkasa yang berantakan dan penuh neon
- Dinamika tim ala keluarga tidak sempurna
- Kehadiran hewan CGI sebagai pusat emosional (Krypto)
Bahkan kehadiran Lobo yang diperankan Jason Momoa semakin memperkuat nuansa “chaotic space crew” khas film James Gunn.
Dalam versi komik, Supergirl: Woman of Tomorrow dikenal dengan gaya visual unik karya Bilquis Evely, dengan palet warna berani dan artistik. Namun, trailer film justru tampil lebih gelap dan konvensional, mendekati estetika film Marvel.






