Ia menyampaikan, langkah ini juga merupakan bagian dari transformasi digital operasional Transjakarta.
Raditya menegaskan, keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama dalam setiap pengembangan sistem operasional di Transjakarta. Karena itu, Transjakarta tidak ingin mitigasi hanya mengandalkan pengawasan manual.
“Keselamatan pelanggan adalah harga mati bagi Transjakarta. Kami memperkuatnya dengan teknologi melalui SYNTRA yang sudah terintegrasi dengan ADAS-DMS untuk membantu mendeteksi kelelahan dan potensi microsleep pada pramudi secara real- time,” katanya.
Ia menambahkan, inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat aspek preventif, sehingga potensi kelelahan dapat dikenali lebih dini, termasuk sebelum pramudi mulai menjalankan tugasnya.
“Melalui penguatan sistem yang bersifat real-time sekaligus preventif ini, Transjakarta berharap dapat terus meningkatkan standar keselamatan transportasi publik dan menghadirkan layanan yang semakin aman, andal, dan responsif bagi seluruh pelanggan,” tandasnya.












