BudayaInternasional

UNESCO Mengakui Idulfitri dan Iduladha sebagai Hari Besar Keagamaan

73
×

UNESCO Mengakui Idulfitri dan Iduladha sebagai Hari Besar Keagamaan

Share this article
ilustrasi. (Seketika.com)

“Sebuah tonggak sejarah dalam upaya memperkuat hubungan antarbangsa”

Seketika.com, JAKARTA – Organisasi Pendidikan, Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah secara resmi mengakui Hari Raya Idulfitri dan Hari Raya Iduladha sebagai hari besar keagamaan, sebuah langkah yang menandai pengakuan terhadap kepentingan agama dan keragaman budaya di seluruh dunia.

Melalui unggahan di akun Instagram @kniukemdikbud pada Senin, 1 April 2024, Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO Kemendikbudristek mengumumkan bahwa pengakuan ini adalah respons terhadap usulan dari Indonesia, didukung oleh lebih dari 30 negara di seluruh dunia.

Negara-negara yang turut mendukung usulan ini antara lain Aljazair, Bangladesh, Kolombia, Pantai Gading, Djibouti, Mesir, Yordania, Kuwait, Lebanon, Libya, Malaysia, Mali, Mauritania, Maroko, Oman, Filipina, Qatar, Federasi Rusia, Arab Saudi, Palestina, Sudan, Republik Arab Suriah, Tunisia, Yaman, dan negara-negara lainnya.

Menurut keterangan UNESCO, pengakuan terhadap Idulfitri dan Iduladha sebagai hari besar keagamaan adalah wujud komitmen untuk merayakan keragaman budaya dan agama di antara negara-negara anggota. Dengan mengakui perayaan-perayaan penting ini, diharapkan dapat mendorong dialog antar budaya, saling menghormati, dan pemahaman yang lebih baik dalam kerangka UNESCO.