PemerintahanPeristiwa

Banjir Terancam Berulang! Gubernur Andra Soni Tinjau Normalisasi Sungai Cirarab, Target Tuntas Maret 2026

12
×

Banjir Terancam Berulang! Gubernur Andra Soni Tinjau Normalisasi Sungai Cirarab, Target Tuntas Maret 2026

Share this article
Banjir Terancam Berulang! Gubernur Andra Soni Tinjau Normalisasi Sungai Cirarab, Target Tuntas Maret 2026, foto:(bantenprov)

Seketika.com, Tangerang – Upaya menormalisasi Sungai Cirarab di Kabupaten Tangerang terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Pada Selasa (24/2/2026), Gubernur Andra Soni melakukan peninjauan normalisasi di sungai yang menjadi penyebab banjir di wilayah Pasar Kemis di Kabupaten Tangerang dan Periuk di Kota Tangerang.

Peninjauan oleh Andra Soni dilakukan sebagai tindak lanjut rapat koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSC2), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel). Banjir terjadi diduga akibat pendangkalan yang terjadi di Cirarab.

“Sepanjang Sungai Cirarab ini harus dinormalisasi. Kalau tidak, daya tampung airnya sangat terbatas dan saat musim hujan tinggi masyarakat masih berpotensi terdampak banjir,” kata Andra Soni.

Ia mengatakan, progres normalisasi sudah terlihat di sepanjang Sungai Cirarab. Namun, Andra Soni meminta sepanjang aliran Sungai Cirarab tetap harus dinormalisasi secara menyeluruh.

Karena jika tidak, daya tampung sungai terbatas dan berpotensi menyebabkan banjir saat terjadi curah hujan tinggi.

Andra Soni juga menyebut, upaya normalisasi ini menjadi tanggung jawab bersama. Dibutuhkan sinergi antara BBWSC2 dan pemerintah daerah di Tangerang Raya.

Masyarakat juga diminta agar menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Saya minta kepada masyarakat, jangan membuang sampah di tempat yang tidak semestinya, apalagi di sungai. Mari kita jaga sungai kita,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, pihaknya sudah menurunkan satu unit alat berat untuk mendukung normalisasi Sungai Cirarab.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi penanganan banjir dan bentuk tanggung jawab bersama untuk normalisasi Cirarab.