Seketika.com, Teknologi – NASA resmi memulai hitung mundur peluncuran misi Artemis II pada Senin (30/3/2026), menandai langkah bersejarah kembalinya manusia ke Bulan setelah lebih dari lima dekade.
Misi Artemis II akan menjadi penerbangan berawak pertama NASA ke orbit Bulan sejak era Apollo. Roket Space Launch System (SLS) setinggi sekitar 32 lantai dijadwalkan lepas landas pada Rabu malam, membawa empat astronaut dalam kapsul Orion.
Awak misi ini merupakan gabungan astronaut Amerika Serikat dan Kanada. Mereka mencetak sejarah sebagai kru Artemis pertama yang mencakup perempuan, orang kulit berwarna, serta astronaut non-AS.
Salah satu astronaut, Victor Glover, menekankan pentingnya representasi dalam eksplorasi luar angkasa.
“Saya ingin anak-anak melihat kami dan merasa mereka juga bisa mencapai hal yang sama,” ujarnya.
Peluncuran dijadwalkan berlangsung dalam jendela waktu enam hari pada awal April dari Kennedy Space Center, Florida, AS. Jika tertunda, peluncuran akan dijadwalkan ulang pada akhir bulan.
Misi ini menjadi tonggak penting dalam program Artemis yang bertujuan mengembalikan manusia ke Bulan dan membuka jalan bagi eksplorasi Mars. Selain itu, misi ini juga menandai era baru eksplorasi yang lebih inklusif dibandingkan program Apollo (1968–1972).
Setelah peluncuran, kapsul Orion akan mengorbit Bumi selama satu hari sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bulan. Misi ini tidak akan mendarat di permukaan, melainkan melakukan manuver mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi.












