KesehatanPemerintahan

Pemeriksaan Mata Anak: Prosedur, Refleks Merah, hingga Efek Samping yang Perlu Diketahui

54
×

Pemeriksaan Mata Anak: Prosedur, Refleks Merah, hingga Efek Samping yang Perlu Diketahui

Share this article
Pemeriksaan Mata Anak Prosedur, Refleks Merah, hingga Efek Samping yang Perlu Diketahui, foto:(ayosehat.kemkes)

Seketika.com, Jakarta – Pemeriksaan mata adalah pemeriksaan oleh dokter atau petugas khusus untuk melihat apakah penglihatan anak normal, apakah ada masalah pada retina, saraf mata, atau otot mata, serta memeriksa apakah ada tanda-tanda penyakit tertentu, termasuk kondisi yang berhubungan dengan kanker anak (misalnya retinoblastoma atau efek samping pengobatan).

Pemeriksaan ini penting untuk:

  • Menilai kemampuan melihat anak
  • Mendeteksi kelainan struktur mata
  • Mendeteksi efek samping obat atau terapi kanker yang dapat mempengaruhi mata
  • Memastikan mata anak tetap sehat selama pengobatan

Bagaimana Prosedurnya?
Pemeriksaan berlangsung di ruangan yang sedikit gelap agar mata dapat diperiksa dengan lebih jelas.

Langkah-langkah pemeriksaan:

  1. Posisi anak
  2. Anak duduk di kursi atau dipangku orang tua agar lebih nyaman.
  3. Pemeriksaan awal
    • Anak diminta melihat ke sebuah lampu kecil.
    • Petugas menutup satu mata lalu mata lainnya untuk melihat apakah mata lurus dan bekerja sama dengan baik.
  4. Mengikuti cahaya
    • Anak diminta mengikuti gerakan lampu kecil dengan matanya.
  5. Melihat angka, huruf, atau gambar
    • Anak melihat kartu bergambar/angka dengan satu mata bergantian, lalu menyebutkan apa yang terlihat.
  6. Pemeriksaan struktur mata
    • Anak meletakkan dagu di penyangga dan dahi pada bantalan.
    • Petugas melihat bagian dalam mata menggunakan alat dengan cahaya terang.
  7. Pemberian tetes mata (dilatasi)
    • Anak diberikan tetes mata yang membuat pupil membesar.
    • Obat bekerja sekitar 30 menit.
    • Setelah ditetesi, anak mungkin melihat agak buram, ini normal dan akan hilang sendiri.

Pemeriksaan lanjutan, setelah pupil membesar, petugas memeriksa retina, saraf mata, dan bagian dalam mata lebih detail.

Ditambahkan pemeriksaan refleks merah (red reflex): Metode sederhana dan rutin digunakan untuk skrining.

  • Petugas menggunakan oftalmoskop atau penlight yang ditembakkan ke mata anak
  • Cahaya akan dipantulkan kembali dari retina dan terlihat sebagai noda merah di pupil (refleks merah) jika mata tidak ada kelainan.

Apakah Menyakitkan?

  • Pemeriksaan tidak menimbulkan rasa sakit.
  • Tetes mata mungkin sedikit membuat perih atau tidak nyaman, tetapi hanya sebentar.
  • Penglihatan kabur setelah tetes mata adalah normal dan akan membaik beberapa jam kemudian.

Setelah Prosedur pemeriksaan:

  • Anak bisa langsung kembali ke kamar atau pulang.
  • Penglihatan buram akan hilang dengan sendirinya.
  • Jika berada di luar ruangan, gunakan topi atau hindari cahaya terlalu terang sampai efek tetes mata hilang.

Pemeriksaan mata sangat aman. Namun beberapa hal yang mungkin terjadi:

  • Sedikit perih saat ditetesi obat mata
  • Mata terasa silau setelah pupil membesar
  • Penglihatan buram sementara
  • Alergi terhadap obat tetes (sangat jarang)

Hubungi tim medis jika anak mengalami:

  • Kemerahan mata yang tidak hilang
  • Keluhan nyeri yang kuat
  • Pembengkakan kelopak mata
  • Penurunan penglihatan setelah beberapa jam