Dari pihak Washington, Presiden AS Donald Trump menyambut pembukaan tersebut, tetapi menegaskan bahwa blokade terhadap pelayaran Iran tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan komprehensif, termasuk terkait program nuklir Teheran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa sejak blokade dimulai awal pekan ini, sedikitnya 21 kapal telah diarahkan kembali ke Iran oleh pasukan Amerika.
Sementara itu, pemerintah Iran mengecam kebijakan AS sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, memperingatkan bahwa Teheran akan mengambil “tindakan timbal balik yang diperlukan” jika Washington tidak menghormati komitmennya.
Selat Hormuz merupakan jalur distribusi energi global yang krusial. Gangguan di wilayah ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia dan mengguncang stabilitas ekonomi internasional.
Meskipun secara resmi telah dibuka, akses pelayaran di Selat Hormuz masih berada di bawah kontrol ketat Iran, sementara blokade AS tetap berlangsung, menciptakan ketidakpastian tinggi di kawasan.












