Insiden terjadi pada Rabu malam di perairan utara Kuba, dekat Cayo Falcones. Pemerintah Kuba menyampaikan pernyataan resminya beberapa jam setelah baku tembak berlangsung.
Havana menuding aksi tersebut sebagai upaya terorganisasi untuk melakukan tindakan terorisme dan mengganggu stabilitas nasional. Pemerintah Kuba menegaskan bahwa mereka bertindak untuk menjaga kedaulatan dan keamanan kawasan.
Namun, hingga kini belum ada verifikasi independen atas klaim tersebut. Associated Press melaporkan belum dapat mengonfirmasi detail insiden secara mandiri.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan pemerintahannya sedang mengumpulkan informasi untuk memastikan apakah para korban merupakan warga negara atau penduduk tetap AS.
Berbicara di Bandara Basseterre, St. Kitts, Rubio mengatakan Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Penjaga Pantai AS tengah menyelidiki insiden tersebut.
“Kami akan memverifikasi fakta-fakta secara independen dan mencari tahu persis apa yang terjadi,” ujarnya.
Rubio juga menegaskan bahwa insiden tersebut bukan operasi pemerintah AS dan menolak berspekulasi mengenai kepemilikan kapal maupun motif keberadaannya di perairan Kuba.












