Bantuan yang diberikan meliputi makanan siap saji, air bersih, serta layanan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Selain fokus pada evakuasi, BPBD juga melakukan langkah teknis berupa pompanisasi di sejumlah titik genangan. Namun, upaya ini belum dapat dilakukan secara maksimal karena tingginya muka air Sungai Bengawan Solo.
“Pompa sudah kami operasikan di beberapa lokasi, tetapi belum bisa optimal karena kondisi sungai utama masih tinggi,” jelasnya.
BPBD juga berkoordinasi dengan instansi teknis, seperti PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), guna mengendalikan aliran air dan mempercepat penanganan banjir secara menyeluruh.
Menurut Bergas, banjir yang terjadi dipicu tingginya intensitas hujan serta meningkatnya debit Sungai Bengawan Solo dan anak sungainya, seperti Sungai Jenes dan Sungai Pepe.
Ke depan, BPBD mendorong langkah jangka panjang berupa normalisasi sungai, serta pembangunan kawasan penampungan air untuk mengurangi risiko banjir berulang.
“Harapannya ada tempat penampungan air, sehingga aliran hujan tidak langsung masuk ke sungai. Ini penting untuk mengurangi beban saat debit tinggi,” tuturnya.
Bergas menegaskan, seluruh personel dan sumber daya tetap disiagakan, mengingat potensi banjir susulan masih terbuka. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan hingga kondisi benar-benar aman.












