“Perbedaan utama adalah metode petik. Di sini sudah menggunakan petik merah, sementara di Kepahiang belum semuanya. Dari sisi harga, kopi petik merah bisa lebih dari Rp70 ribu per kilogram, sedangkan petik hijau sekitar Rp60 ribu per kilogram,” jelasnya.
Joko menambahkan, produktivitas kopi Robusta dan Arabika di Temanggung berkisar 2,5–3ton kopi basah per hektare.
Tingginya hasil panen itu didukung oleh bibit unggul, pemupukan terpadu, pemangkasan rutin, pengendalian hama, panen petik merah, serta pengolahan paska panen.
Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan teknik budidaya yang modern dan terintegrasi dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kopi secara signifikan.
(jatengprov)












