Trent Alexander-Arnold menyebut insiden itu sebagai “aib bagi sepak bola.” dan Federico Valverde menegaskan solidaritas tim kepada Vinícius.
Gelandang Benfica, Leandro Barreiro, mengatakan Prestianni hanya melakukan provokasi biasa dan membantah unsur rasisme.
Sementara itu, pelatih Benfica, Jose Mourinho, mengkritik cara Vinícius merayakan gol di depan suporter tuan rumah. Ia bahkan mempertanyakan mengapa insiden serupa sering terjadi di stadion tempat Vinícius bermain.
Insiden terjadi pada menit ke-52 pertandingan yang digelar di Estadio da Luz, Lisbon. Setelah laporan Vinícius, laga dihentikan selama hampir 10 menit sebelum dilanjutkan kembali.
Di akhir pertandingan, Vinícius kembali menjadi sasaran lemparan botol dari tribun. Wasit meminta pengumuman resmi agar suporter menghentikan aksi tersebut.
Vinícius sebelumnya memang beberapa kali menjadi korban pelecehan rasial di kompetisi Spanyol. Insiden terbaru ini mempertegas bahwa isu rasisme masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi sepak bola Eropa.
Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) menyatakan solidaritas dan menyebut tindakan Vinícius melapor kepada wasit sebagai “contoh keberanian dan martabat.”
Madrid mempertahankan keunggulan 1-0 hingga peluit panjang. Namun drama belum selesai. Mourinho diusir wasit pada menit ke-86 karena protes keras terkait keputusan kartu untuk pemain Madrid.
Gol Vinícius menjadi pembeda dalam laga dengan tensi tinggi dan xG dominan Madrid (0,9 berbanding 0,16).
(apnews)












