Ia pun menilai meski perekonomian baru pulih dari perlambatannya beberapa tahun terakhir, namun aktivitas pasar tetap menunjukkan tren yang positif meski belum sepenuhnya merata.
“Saya pikir tidak mati suri. Cuma ini kan kita baru keluar dari perlambatan ekonomi yang sampai triwulan tiga tahun lalu kan, pasti baliknya belum rata gitu,” kata Meneku.
“Tapi kalau saya lihat, saya ke Tanah Abang, rame. Di sini, rame. Di tempat lain juga, Bandung saya tanya orang-orang, rame. Outlet-outlet rame. Jadi sepertinya tidak semati suri yang disebut oleh para pengamat itu,” tegasnya kembali.
Selain menjaga kondisi pasar, mantan Ketua Dekom LPS itu juga sempat berbelanja sejumlah produk seperti batik dan pakaian. Ia menilai harga di pasar tradisional Beringharjo relatif kompetitif dibandingkan di Jakarta.
Meski demikian, ia mengakui masih ada sebagian pedagang yang mengeluhkan penjualannya belum sepenuhnya pulih. Sehingga ke depan, ia berharap pemulihan ekonomi dapat mendorong pemerataan pendapatan pedagang.
“Tadi beberapa pedagang bilang kalo bisa dikasih pinjaman murah, tadi saya tanya sama pengelola sini (pasar) udah kerjasama dengan lembaga keuangan, jadi dia bilang uangnya sudah cukup, intinya gini, pasar tetap hidup” pungkas Menkeu Purbaya.












