Sementara itu, beberapa kapal India dan Turki mendapat izin khusus dari Iran untuk melintasi selat, mencegah krisis energi domestik di negara masing-masing.
Di Selat Hormuz, perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab, memisahkan Iran dari Oman dan Uni Emirat Arab. Letak geografis membuat jalur ini sangat rentan terhadap serangan dan blokade.
Ketegangan meningkat dua minggu lalu, ketika serangan AS-Israel terhadap Iran memicu respons militer Iran di selat tersebut.
Menurut pakar keamanan maritim Alexandru Hudisteanu, interoperabilitas antar angkatan laut internasional menjadi hambatan utama.
Selain itu, risiko rudal, ranjau, dan kapal tak berawak meningkatkan bahaya bagi kapal koalisi. Operasi pengamanan selat membutuhkan waktu, aset besar, dan biaya tinggi.
Gangguan pasokan minyak memaksa negara-negara untuk menegosiasikan akses, dan memengaruhi harga energi global. Kekhawatiran meningkat tentang eskalasi konflik yang bisa melibatkan lebih banyak negara.












