Namun, situasi di lapangan masih tegang. Pada Rabu pagi, peringatan rudal tetap terjadi di kawasan Teluk, termasuk di Uni Emirat Arab, Israel, dan Arab Saudi.
Kesepakatan ini berpotensi memengaruhi stabilitas global, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur distribusi sekitar 20% minyak dunia.
Meski demikian, kekhawatiran tetap ada. Israel disebut belum sepenuhnya puas dengan kesepakatan tersebut, sementara Iran tetap menuntut pencabutan sanksi dan penarikan pasukan AS dari kawasan.
Program nuklir Iran juga masih menjadi isu krusial yang belum terselesaikan.












