InternasionalPeristiwa

Rusia & China Veto Resolusi PBB soal Selat Hormuz, Dunia Terancam Krisis Energi?

29
×

Rusia & China Veto Resolusi PBB soal Selat Hormuz, Dunia Terancam Krisis Energi?

Share this article
Rusia & China Veto Resolusi PBB soal Selat Hormuz, Dunia Terancam Krisis Energi, foto:(ap)

Seketika.com, Internasional – Rusia dan China memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB pada Selasa (7/4/2026) yang bertujuan melindungi kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Langkah ini menjadi pukulan telak bagi upaya internasional meredam ketegangan akibat dugaan gangguan Iran di jalur pelayaran strategis tersebut.

Rancangan resolusi yang disponsori Bahrain itu gagal diadopsi meski memperoleh 11 suara mendukung. Dua negara anggota tetap, Rusia dan China, memberikan veto, sementara dua negara lainnya memilih abstain.

Selain Rusia dan China sebagai penolak utama, Bahrain menjadi penggagas resolusi. Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif Al-Zayani, menjadi salah satu pihak yang paling vokal menyoroti urgensi pengamanan Selat Hormuz. Amerika Serikat melalui Duta Besarnya, Mike Waltz, turut mengkritik keras veto tersebut.

Pemungutan suara berlangsung pada Selasa di markas besar Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat.

Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan global. Menurut Al-Zayani, kawasan ini menangani sekitar:

  • 38% perdagangan minyak mentah dunia
  • 29% gas petroleum cair
  • 19% gas alam cair
  • 20% produk minyak olahan
  • 30% distribusi helium global

Gangguan di wilayah ini berpotensi mengguncang rantai pasok global, termasuk energi, pangan, dan obat-obatan.

Rancangan resolusi tersebut telah mengalami sejumlah revisi untuk mencapai konsensus. Awalnya, teks memuat opsi penggunaan “segala cara yang diperlukan,” termasuk kekuatan militer. Namun, penolakan dari negara-negara dengan hak veto memaksa penghapusan klausul tersebut hingga tersisa imbauan koordinasi defensif tanpa otorisasi tindakan langsung.