Andra berharap pembangunan sistem transportasi massal berbasis kereta di Banten juga bisa diperluas. Dia menyebut perluasan tersebut bisa meningkatkan dan mempermudah mobilitas masyarakat.
“Jalur kereta api yang pernah ada di Provinsi Banten, yakni jalur Rangkasbitung-Pandeglang-Saketi-Labuan, juga dapat dipertimbangkan untuk diaktifkan kembali agar pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten tidak hanya terjadi di wilayah utara. Kami mohon dukungan dari Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, PT KAI, dan tentu pihak swasta, salah satunya Sinar Mas Land,” tuturnya.
Reaktivasi dan pengembangan jalur kereta api juga akan mempermudah akses menuju kawasan wisata di Provinsi Banten.
Dengan akses kereta api, destinasi wisata seperti Tanjung Lesung dan Carita dapat dijangkau dengan biaya transportasi yang lebih murah.
Ia menekankan, reaktivasi jalur tersebut sangat dinantikan masyarakat dan diharapkan dapat segera direalisasikan oleh pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi Banten siap terlibat dalam proses reaktivasi tersebut.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam sambutannya mengatakan bahwa pembangunan Stasiun Jatake dapat terwujud tanpa menggunakan dana APBN melalui skema kolaborasi yang saling menguatkan.
Menurutnya, Stasiun Jatake hadir sebagai siklus baru dalam jaringan perkeretaapian perkotaan dan regional.












