BisnisPeristiwaPolitik

Disuntik Rp7 Triliun, Proyek Baterai EV Raksasa di Karawang Didorong DPR, 70% Tenaga Kerja Lokal Jadi Syarat

11
×

Disuntik Rp7 Triliun, Proyek Baterai EV Raksasa di Karawang Didorong DPR, 70% Tenaga Kerja Lokal Jadi Syarat

Share this article
Disuntik Rp7 Triliun, Proyek Baterai EV Raksasa di Karawang Didorong DPR, 70% Tenaga Kerja Lokal Jadi Syarat, foto:(dpr)

“Kami berharap minimal 70 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal. Ini penting agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan langsung oleh warga sekitar,” kata Politisi Fraksi Partai NasDem ini.

Ia juga menyinggung pentingnya program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibiity/CSR) serta transfer pengetahuan (transfer of knowledge) bagi tenaga kerja Indonesia.

Saat ini, sebagian tenaga kerja masih menjalani pelatihan di luar negeri, termasuk di China, guna meningkatkan kapasitas teknis di bidang industri baterai.

“Memang ini industri baru, masih sekitar satu tahun berjalan. Ada proses pembelajaran, termasuk pelatihan di luar negeri. Tapi ke depan, kemampuan ini harus bisa kita kembangkan sendiri melalui peningkatan product knowledge secara berkelanjutan,” jelasnya.

Proyek yang dikunjungi Komisi XII tersebut adalah fasilitas produksi baterai milik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB).

Pabrik ini memiliki kapasitas produksi sebesar 6,9 GWh dan ditargetkan rampung pada kuartal III 2026.

Berlokasi di Karawang, proyek ini merupakan hasil kerja sama antara MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (IBI) dengan konsorsium CBL.

Nilai investasinya mencapai sekitar Rp7 triliun dan diproyeksikan menyerap hingga 3.000 tenaga kerja.

Hingga Januari 2026, pembangunan infrastruktur dasar pabrik telah selesai. Saat ini, proses instalasi peralatan dan fasilitas penunjang tengah berlangsung, dengan target mulai beroperasi pada kuartal III 2026.