Selain itu, faktor logistik menjadi pertimbangan penting karena pengiriman kargo dan personel F1 biasanya dilakukan beberapa minggu sebelum balapan.
Promotor balapan di Bahrain dan Arab Saudi menyatakan mendukung keputusan F1 dan FIA.
Di paddock Shanghai, sejumlah pembalap juga memberikan respons.
Pembalap Mercedes Kimi Antonelli, yang meraih pole position untuk balapan di Shanghai, mengatakan keselamatan harus menjadi prioritas.
“Pikiran saya tertuju pada mereka yang menderita akibat situasi ini. Keselamatan harus menjadi prioritas, dan saya yakin FIA serta Formula 1 akan mengambil keputusan yang tepat,” ujarnya.
Kepala tim Audi Jonathan Wheatley juga menegaskan tim-tim akan mengikuti arahan otoritas olahraga.
“Kami selalu mengikuti arahan FIA dan Formula 1. Mereka membimbing kami ke arah yang benar, dan tidak ada yang ingin menempatkan tim dalam situasi berisiko,” katanya.
Sebelum konflik meningkat, Bahrain sebenarnya telah menjadi lokasi dua sesi tes pramusim F1 tahun ini.












