Program ini juga berpotensi meningkatkan perlombaan teknologi militer global karena melibatkan sistem pertahanan berbasis luar angkasa.
Trump pertama kali memerintahkan pengembangan Golden Dome melalui perintah eksekutif pada awal masa jabatannya. Ia bahkan menargetkan sistem tersebut dapat beroperasi penuh sebelum akhir pemerintahannya pada Januari 2029.
Menurut laporan CBO, sulit menghitung biaya pasti proyek karena Departemen Pertahanan AS belum menjelaskan detail sistem maupun jumlah perangkat yang akan dipasang.
Konsep Golden Dome disebut terinspirasi dari sistem pertahanan Israel yang dikenal sebagai Iron Dome. Sistem itu selama ini digunakan untuk menghadapi ancaman roket dan rudal.
Kongres AS sebelumnya telah menyetujui sekitar US$24 miliar untuk mendukung inisiatif pertahanan rudal tersebut melalui paket anggaran besar Partai Republik.
Namun proyek ini mendapat kritik keras dari sejumlah senator. Senator Jeff Merkley menilai Golden Dome hanya akan menguntungkan kontraktor pertahanan dengan biaya besar yang ditanggung rakyat Amerika.
Di sisi lain, Jenderal Michael A. Guetlein membela proyek tersebut. Ia menegaskan Golden Dome tidak sekadar menggandakan sistem lama dan tetap mengutamakan efisiensi biaya.












