BisnisGaya HidupPemerintahan

Hujan Lebat Mengintai hingga Awal April 2026, BMKG Ungkap Wilayah Paling Terdampak

2
×

Hujan Lebat Mengintai hingga Awal April 2026, BMKG Ungkap Wilayah Paling Terdampak

Share this article
Hujan Lebat Mengintai hingga Awal April 2026, BMKG Ungkap Wilayah Paling Terdampak, foto:(bmkg)

BMKG menjelaskan, dalam sepekan ke depan kondisi cuaca di Indonesia masih dipengaruhi dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal.

Hasil analisis menunjukkan nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar +14,2 yang mengindikasikan adanya La Niña lemah, sehingga meningkatkan aktivitas konvektif terutama di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Peningkatan aktivitas tersebut diprakirakan semakin kuat dengan aktifnya MJO pada 27–28 Maret 2026, yang berdampak pada wilayah Samudera Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Nias, Laut Arafuru, Pulau Buru, sebagian besar Papua, dan perairan utara Papua.

Di sisi lain, keberadaan siklon tropis Narel di Samudra Hindia barat laut Australia juga memberikan pengaruh tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia.

Fenomena ini berpotensi meningkatkan curah hujan sedang hingga lebat di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

BMKG juga memprakirakan munculnya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat daya Banten, serta Papua bagian selatan yang semakin memperkuat potensi hujan.

Untuk periode 27–29 Maret 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi dengan status siaga di DKI Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Selatan.