Gusti Ayu juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, yang membedakan wartawan profesional dengan citizen journalism.
“Sekali lagi jangan terpancing untuk bersaing karena viral atau hoaks. Jangan terpancing karena yang penting viral dan heboh,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pers di era transformasi digital dan berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Dunia pers semakin banyak tantangan karena memang dunia digital ini tidak bisa dihentikan, khususnya yang berkaitan dengan artificial intelligence. Karena itu, payung besar regulasi transformasi digital harus dibuat lebih holistik agar mendukung kualitas industri jurnalistik, kreatif, dan media,” jelas Gusti Ayu.
Dalam pandangannya, wartawan profesional dan berintegritas merupakan aset bangsa yang penting.
Namun, mereka juga harus tetap kritis terhadap upaya manipulasi opini publik oleh pihak berkepentingan.