Seketika.com, Bandung – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengajak mahasiswa untuk memperkuat kapasitas keilmuan, dan membangun kompetensi menjadi generasi berkontribusi untuk kemajuan bangsa. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pasundan (Unpas) Tahun Akademik 2026/2027, (15/9).
Menteri Brian menyampaikan bahwa para mahasiswa akan menjadi bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan masa pendidikan tinggi, untuk membangun kemampuan yang relevan dengan perkembangan zaman. Salah satu perkembangan yang mendapat perhatian Menteri Brian adalah kecerdasan artifisial (AI), yang semakin berkembang dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran.
Menteri Brian mengingatkan agar pemanfaatan AI tetap menempatkan kemampuan ilmiah, dan proses belajar mahasiswa sebagai hal utama. Menurutnya, teknologi perlu digunakan sebagai alat tambahan untuk memperkuat kapasitas mahasiswa, bukan menggantikan proses menuntut ilmu.
“Kami juga ingin agar bagaimana perkembangan teknologi seperti AI dan sebagainya, itu tidak kemudian menurunkan kapasitas atau menurunkan kemampuan ilmiahnya, kemampuan menuntut ilmunya, kemampuan mengambil ilmu. Tetapi justru itu dijadikan sebagai alat tambahan,” ujar Menteri Brian
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Brian juga mengingatkan dosen dan manajemen perguruan tinggi di Unpas untuk membekali mahasiswa dengan literasi AI, agar teknologi dapat dimanfaatkan secara tepat dalam proses pembelajaran.
Menteri Brian lalu mengingatkan mahasiswa bahwa kehidupan perguruan tinggi, memberikan ruang yang lebih luas untuk belajar dan berkembang secara mandiri. Mahasiswa didorong untuk aktif bertanya, memperluas pengalaman melalui berbagai kegiatan di luar kelas, mengelola waktu, serta membangun kebiasaan untuk terus memperbarui pengetahuan.
Menurutnya, kemampuan untuk terus belajar menjadi penting karena ilmu pengetahuan, dan kebutuhan dunia kerja terus berkembang. Pendidikan tinggi diharapkan tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan, tetapi juga membangun kemampuan untuk menghadapi perubahan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Ciptakan Lulusan Berdampak
Penguasaan ilmu, kemampuan berinovasi, dan kemauan untuk terus berkembang kemudian diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda, untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia dan membawa bangsa ini semakin sejajar dengan bangsa-bangsa lain.
Mendiktisaintek juga mendorong mahasiswa untuk memperluas cita-cita dan memanfaatkan kompetensi yang dimiliki untuk menciptakan peluang. Lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mampu memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan teknologi.
“Jadilah lulusan yang tidak hanya mencari kerja. Tetapi setelah bisa dapat kerja, usahakan bisa menciptakan lapangan kerja. Jadilah lulusan yang tidak hanya berhenti setelah memakai teknologi, tetapi usahakan lebih lanjut adik-adik bisa membuat teknologi,” kata Menteri Brian
Menteri Brian juga mengajak mahasiswa menjadikan bidang yang ditekuni sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia. Dengan kompetensi yang terus diperkuat, mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan ilmu dan bidang yang ditekuni untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam konteks Universitas Pasundan, Menteri Brian mengingatkan pentingnya menjaga keterhubungan antara penguasaan ilmu dan nilai-nilai yang menjadi pijakan mahasiswa. Ia mengangkat filosofi Unpas, “Pengkuh agamana, luhung elmuna, jembar budayana,” serta nilai silih asah, silih asih, dan silih asuh sebagai bagian dari nilai yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan mahasiswa.
“Tradisi adalah akar. Pohon yang tinggi selalu punya akar yang dalam,” ujar Menteri Brian
Menurutnya, penguasaan ilmu perlu berjalan bersama dengan nilai yang menjadi pijakan. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kecakapan akademik, tetapi juga memiliki pegangan dalam menggunakan pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya.
Menutup sambutan, Menteri Brian berharap proses pengenalan kehidupan kampus menjadi awal yang baik bagi mahasiswa baru dalam memasuki kehidupan perguruan tinggi. Ia menegaskan agar kegiatan PKKMB tidak diwarnai perundungan, sehingga mahasiswa dapat menjalani proses pengenalan kampus dengan baik.
“Kami berharap juga tidak ada proses pembulian Ospek pada Ospek yang tadi kami ingatkan,” ujar Menteri Brian.
Melalui PKKMB, mahasiswa baru Unpas memulai perjalanan pendidikan tinggi dengan kesempatan untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, memperkuat karakter, serta memanfaatkan teknologi secara bijak. Kemdiktisaintek mendorong agar proses tersebut menjadi bekal bagi lahirnya lulusan yang mampu berkarya, menciptakan peluang, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa, sekaligus membawa Indonesia semakin maju dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain, sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak. (rls)












