Format multi-kota membawa konsekuensi tak terduga. Lima negara pertama yang diperkenalkan Yunani, Albania, Andorra, Arab Saudi, dan Argentina tidak menampilkan atlet di San Siro, karena para atlet berada di lokasi pegunungan.
Negara pertama yang benar-benar hadir di stadion utama adalah Armenia, disambut meriah oleh lebih dari 61.000 penonton.
Namun, upacara juga diwarnai ketegangan geopolitik. Kontingen Israel menerima cemoohan dari sebagian penonton, disertai seruan agar Israel dilarang dari Olimpiade akibat perang di Gaza.
Sorakan besar justru diberikan kepada Venezuela dan Ukraina, negara yang masih dilanda konflik berkepanjangan.
Sementara itu, atlet Amerika Serikat disambut positif, tetapi Wakil Presiden AS JD Vance dicemooh ketika wajahnya muncul di layar stadion mencerminkan merosotnya sentimen publik terhadap kebijakan luar negeri AS belakangan ini.
Panitia menegaskan tema utama upacara adalah harmoni dan perdamaian. Aktris Charlize Theron dan rapper Italia Ghali menyampaikan pesan persatuan dunia menjelang penutupan acara.
Presiden IOC yang baru, Kirsty Coventry wanita pertama yang memimpin IOC menyatakan harapannya agar Olimpiade menjadi ruang saling menghormati di tengah dunia yang terpolarisasi.












