PemerintahanPeristiwa

Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Strategi BMKG Hadapi Banjir dan Kemarau

3
×

Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Strategi BMKG Hadapi Banjir dan Kemarau

Share this article
Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Strategi BMKG Hadapi Banjir dan Kemarau, foto:(infopublik)

BMKG menilai pengaturan distribusi hujan menjadi semakin penting di tengah ancaman cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang makin sering terjadi di Indonesia.

BMKG menjelaskan strategi OMC berbeda tergantung tujuan pelaksanaannya.

Untuk pengisian waduk dan danau, hujan diarahkan turun di wilayah tangkapan air agar debit masuk ke waduk meningkat. Proses ini membutuhkan tingkat akurasi tinggi karena lokasi hujan harus tepat sasaran.

Sementara pada penanganan kebakaran hutan dan lahan, hujan diarahkan ke area gambut atau wilayah rawan terbakar guna menjaga kelembapan tanah.

Berbeda lagi saat digunakan untuk mitigasi banjir. Dalam kondisi tertentu, hujan justru diarahkan ke wilayah laut atau area non-kritis agar tidak memperparah curah hujan di daratan.

BMKG juga menepis kekhawatiran soal dampak lingkungan dari OMC. Bahan semai yang digunakan disebut ramah lingkungan karena memakai natrium klorida tanpa kandungan zat berbahaya seperti nitrit dan fosfor.

Pengawasan kualitas air dilakukan sebelum, selama, dan setelah operasi berlangsung untuk memastikan tidak ada perubahan signifikan terhadap lingkungan sekitar.

BMKG memastikan Operasi Modifikasi Cuaca akan terus digunakan sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim.

Namun lembaga tersebut menekankan bahwa OMC bukan solusi tunggal. Upaya jangka panjang tetap harus dibarengi dengan perbaikan ekosistem, tata kelola lingkungan, dan pembangunan infrastruktur air yang lebih baik.