InternasionalPeristiwa

Pemulangan Wanita Australia Eks ISIS dari Kamp Suriah Terungkap

17
×

Pemulangan Wanita Australia Eks ISIS dari Kamp Suriah Terungkap

Share this article
Pemulangan Wanita Australia Eks ISIS dari Kamp Suriah Terungkap, foto:(ap)

Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan pemerintah fokus membantu anak-anak yang telah lama hidup di kamp penahanan dengan kondisi sulit dan penuh trauma.

Kasus ini juga menjadi salah satu penyelidikan terbesar Australia terkait dugaan keterlibatan warganya dalam kejahatan kemanusiaan di Suriah.

Menurut polisi, Kawsar Abbas bersama keluarganya berangkat ke Suriah pada 2014 ketika ISIS masih menguasai sejumlah wilayah.

Penyidik menduga keluarga tersebut membeli seorang perempuan Yazidi sebagai budak dengan nilai sekitar 10 ribu dolar AS. Korban kemudian disebut tinggal di rumah keluarga itu.

Abbas kini menghadapi empat dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan, sedangkan putrinya didakwa atas dua kasus perbudakan. Masing-masing dakwaan dapat berujung hukuman hingga 25 tahun penjara.

Keduanya diketahui ditahan pasukan Kurdi sejak 2019 sebelum akhirnya dipulangkan ke Australia pekan ini.

Di sisi lain, perempuan ketiga diduga mengikuti pasangannya yang merupakan pejuang ISIS ke Suriah. Australia sendiri pernah melarang perjalanan ke Raqqa tanpa alasan sah selama periode 2014–2017.

Polisi menyebut investigasi terhadap keterlibatan warga Australia di Suriah telah berlangsung lebih dari satu dekade.

Pengacara dua perempuan di Melbourne berencana mengajukan permohonan pembebasan dengan jaminan pada awal pekan depan.

Sementara perempuan yang ditangkap di Sydney juga dijadwalkan mengajukan permohonan serupa di pengadilan.

Pemerintah Australia menyebut masih ada puluhan perempuan dan anak asal Australia yang berada di Kamp Roj dan kemungkinan akan dipulangkan dalam waktu mendatang.