Lokasi penemuan berada sekitar 26,49 kilometer dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dan relatif dekat dengan posko Basarnas terdekat.
Tim SAR mengidentifikasi secara visual serpihan berupa jendela pesawat pada pukul 07.46 WITA, yang menjadi penanda awal lokasi kecelakaan.
Tiga menit kemudian, pukul 07.49 WITA, ditemukan serpihan berukuran besar yang diduga merupakan bagian badan pesawat dan ekor.
Menhub menegaskan bahwa keselamatan dan pencarian korban menjadi prioritas utama pemerintah. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Informasi teknis terkait temuan, lokasi detail, serta perkembangan lanjutan pencarian akan disampaikan secara resmi dan berkala oleh Basarnas serta Direktorat Jenderal Perhubungan Udara,” katanya.
Sebagai pusat koordinasi informasi, Crisis Center telah dibuka di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Pemerintah berkomitmen menyampaikan perkembangan secara terbuka, akurat, dan bertanggung jawab sesuai prosedur keselamatan dan standar internasional.
Berdasarkan data resmi, jumlah orang di dalam pesawat (Persons on Board/POB) tercatat 10 orang, terdiri atas 7 awak pesawat dan 3 penumpang.
(Kemenhub/infopublik)












