Melalui kebijakan tersebut, Pemprov Banten dapat membiayai program unggulan yaitu Program Sekolah Gratis bagi 801 sekolah swasta yang mencakup sekitar 60.705 siswa SMA, SMK, dan SKh swasta.
Selain itu, program tersebut juga terus dikembangkan untuk mendukung pendidikan Madrasah Aliyah. Keberhasilan pelaksanaan program tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk keterlibatan sekolah swasta.
“Kami jadikan ini sebagai bagian dari langkah untuk terus maju ke depan mengembangkan potensi daerah,” katanya.
Menurut Andra Soni, penghargaan yang diterima tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Provinsi Banten, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus menjaga konsistensi dalam menjalankan berbagai kebijakan pembangunan.
“Prinsipnya, bagaimana suatu kebijakan dijalankan secara konsisten untuk hasil yang maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan, Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi dilaksanakan di enam regional sebagai upaya menghadirkan kompetisi yang lebih berkeadilan antardaerah. Terdapat empat kategori yang diberikan untuk pemerintah daerah. Kategorinya antaran lain penanganan kemiskinan, stunting, pengangguran, inflasi, dan creative financing. Penilaian dilakukan berdasarkan data terbuka dan dapat diakses, salah satunya melalui data Badan Pusat Statistik (BPS).
“Untuk creative financing, jadi siapa yang lebih kreatif dalam menangani dan mengelola keuangan terutama dalam meningkatkan pendapatan asli daerah,” ujar Tito.
Ia berharap apresiasi tersebut dapat mendorong lahirnya iklim kompetisi yang sehat antarkepala daerah sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan dan pembangunan di daerah masing-masing.
“Acara ini memberikan penghargaan kepada kepala daerah atas kinerjanya. Harapannya timbul iklim kompetisi dan semangat untuk saling bersaing secara sehat,” pungkasnya.












