Tak hanya itu, Situ juga ingin memberangkatkan orang tuanya untuk umrah sebagai bentuk bakti dan rasa terima kasih.
“Saya mau tabung dulu. Rencananya mau buat investasi, mungkin usaha juga. Yang penting bisa bantu keluarga. Mau buat umrah orang tua,” katanya.
Keputusan untuk berinvestasi, termasuk rencana membeli rumah, juga dilandasi kesadarannya akan masa depan sebagai seorang atlet.
Siti memahami bahwa waktu pelatnas memiliki masanya, sehingga dia ingin lebih waspada dan menyiapkan kehidupan jangka panjang sejak dini. Dia sendiri baru kurang dari setahun bergabung dengan NPC.
Ke depan, Siti menargetkan tampil di ajang Asian Para Games di Jepang. Dalam waktu dekat, dia juga dijadwalkan menjalani try out untuk mengumpulkan poin kualifikasi.
“Tentu harapannya bisa punya karier panjang, lancar tanpa hambatan, dan bisa pecahkan rekor,” jelasnya.
Di tengah kesibukannya sebagai atlet nasional, Siti tetap memperhatikan pendidikan. Kini dia mendapatkan dispensasi khusus untuk menyesuaikan dengan jadwal latihan dan kompetisi.
Prestasi Siti Aisyah bukan hanya soal medali, tetapi juga tentang ketekunan, rasa syukur, dan mimpi besar seorang remaja yang ingin membahagiakan orang tuanya.
“Semoga aku bisa tampil lebih baik lagi, mohon doanya,” pungkas Siti.












