Upaya mediasi dilakukan melalui Pakistan, dengan rencana pembicaraan lanjutan. Namun, negosiasi belum menunjukkan kemajuan signifikan.
Sementara itu, pejabat AS menegaskan bahwa setiap kesepakatan harus mencakup pembatasan program nuklir Iran. Ini menjadi titik buntu utama dalam perundingan.
Diplomasi masih berlangsung dengan keterlibatan beberapa negara seperti Pakistan dan Rusia. Namun, perbedaan kepentingan membuat solusi jangka panjang belum terlihat jelas.
Selama belum ada kesepakatan, risiko gangguan pasokan energi global tetap tinggi.
Satu jalur laut ini bisa mengguncang ekonomi dunia dan Iran tahu persis caranya.
Tawaran Iran membuka Selat Hormuz menjadi sinyal adanya peluang dialog, namun perbedaan kepentingan dengan AS masih menjadi penghalang besar. Selama kebuntuan berlanjut, dunia harus bersiap menghadapi dampak ekonomi yang lebih luas.












