Adanya retakan, lanjut Henggar, karena saat pengerjaan pada Februari lalu dilakukan dengan cepat. Saat itu BBWS ditarget tiga hari selesai, karena berkejaran dengan waktu jelang Lebaran 2026.
“Setelah bencana itu, penanganan harus cepat. Setelah banjir dan tanggul jebol, maka penanganan tanggul ditarget tiga hari selesai, agar Pemprov bisa segera menanganani ruas jalan yang rusak,” ujar Henggar.
Saat ini pihaknya berharap penanganan retakan bisa dipercepat. Apalagi saat ini masih terjadi hujan, meski intensitas tidak setinggi awal 2026. Namun upaya antisipasi mesti dilakukan, jangan sampai debit air sungai naik dan menambah parah kerusakan tanggul.
“Sudah komunikasi dengan BBWS. Segera ditangani,” jelas Henggar.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi berpesan kepada Pemerintah Kabupaten Grobogan dan Demak serta stakeholder terkait, agar melakukan perawatan, terutama terkait tanggul sungai. Misalnya, dengan melakukan penanaman pohon dan perawatan lainnya.
“Rawat tanggulnya, tanami pohon di sekitar tanggul, terus masyarakat juga jangan buang sampah sembarangan,” katanya beberapa waktu lalu.












