Gaya HidupPeristiwa

Terkena PHK hingga Sopir Pribadi, Kisah Haru Pemudik Gratis KA Jateng: Kalau Tidak, Mungkin Saya Tak Pulang

14
×

Terkena PHK hingga Sopir Pribadi, Kisah Haru Pemudik Gratis KA Jateng: Kalau Tidak, Mungkin Saya Tak Pulang

Share this article
Terkena PHK hingga Sopir Pribadi, Kisah Haru Pemudik Gratis KA Jateng Kalau Tidak, Mungkin Saya Tak Pulang, foto:(jatengprov)

Rasa syukur juga disampaikan Susi Ariyani yang mudik bersama putrinya, Safa Aulia. Keduanya turun di Stasiun Solo Balapan, dan mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.

“Terima kasih Pak Gubernur atas bantuannya, bisa mudik gratis. Sangat membantu sekali. Semoga ke depannya makin bagus, makin baik,” ujar Susi.

Berdasarkan data Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, program mudik gratis 2026 tidak hanya menggunakan bus, tetapi juga kereta api dengan total kapasitas 3 rangkaian KA berjumlah 1.288 orang.

Rinciannya KA Jaka Tingkir dengan kapasitas 576 seat, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pada Selasa (17/3/2026) pukul 11.50 WIB, yang dilepas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

KA ini melintasi Stasiun Pasar Senen -Jatinegara-Cikarang -Haurgeulis -Jatibarang -Gombong -Kroya -Purwokerto -Bumiayu -Cirebon Prujakan -Kebumen -Kutowinangun -Kutoarjo -Wates-Lempuyangan-Klaten -Purwosari-Solo Balapan.

Kedua, KA Tawang Jaya dengan kapasitas 640 seat, berangkat dari Stasiun Pasar Senen, Selasa (17/3/2026) pukul 18.25 WIB. Pelepasan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

KA ini relasi Pasar Senen-Bekasi-Cikarang -Haurgeulis-Jati Barang -Cirebon Prujakan-Babakan -Brebes -Tegal-Pemalang-Pekalongan-Weleri一Semarang Poncol.

Selanjutnya, KA tambahan dengan kapasitas 72 seat, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pada Selasa (17/3/2026) pukul 14.20 WIB, relasi Stasiun Pasar Senen-Bekasi-Haurgeulis-Jatibarang-Cirebon-Purwokerto -Kroya -Karanganyar -Kutoarjo -Wates -Yogyakarta -Klaten -Solo Balapan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, dirinya telah melepas keberangkatan pemudik KA gratis.

“Yang mudik gratis ini kita fasilitasi untuk para masyarakat kita sebagai pekerja informal. Di antaranya adalah pembantu rumah tangga, kemudian kuli bangunan, ojol, tukang bakso, banyak sekali bermacam-macam yang kerja informal di wilayah Jakarta,” ujar Gubernur.