Aplikasi TJ: Transjakarta kini telah digunakan oleh 2,1 juta pengguna, dilengkapi fitur pelacakan bus secara real-time serta sistem tiket digital yang inklusif.
“Mendukung target net zero emission, Transjakarta saat ini mengoperasikan 470 unit bus listrik tipe high deck dan low deck, menjadikannya pionir transportasi publik hijau di Indonesia,” ujar Welfizon.
Selain itu, Transjakarta berhasil mengoperasikan kembali halte yang terdampak kebakaran pada September 2025 hanya dalam waktu satu minggu sejak perbaikan dimulai.
“Meski kerusakan tergolong parah, pemulihan dapat dilakukan dengan cepat melalui kolaborasi intensif antara Pemprov DKI Jakarta, jajaran SKPD, serta dukungan berbagai komunitas,” jelasnya.
Dari sisi kemandirian finansial, Transjakarta juga mencatat peningkatan signifikan pada pendapatan non-subsidi (Non-Fare Box). Inovasi seperti program Naming Rights, bus wisata Open Top Tour, hingga TJ Radio dan TJ Store menjadi sumber pendapatan baru.
“Pada 2025, pendapatan non-subsidi mencapai Rp281 miliar, meningkat empat kali lipat dalam tiga tahun terakhir,” ungkap Welfizon.
Kinerja Transjakarta sepanjang 2025 turut mendapat pengakuan luas dengan skor Good Corporate Governance (GCG) 90,64 atau kategori Sangat Baik, serta meraih 40 penghargaan bergengsi, termasuk apresiasi internasional dari Bloomberg Philanthropies.
“Pencapaian ini merupakan manifestasi dari visi kami, Menghubungkan Kehidupan, Menemani Perjalanan. Transjakarta akan terus berinovasi agar menjadi moda transportasi yang tidak hanya diandalkan, tetapi juga dibanggakan warga,” tutupnya.
(beritajakarta)












