Selain hasil negatif, masa jabatan Alonso juga disebut diwarnai konflik internal, termasuk ketegangan dengan beberapa pemain senior seperti Federico Valverde dan Vinícius Jr.
Kekalahan dari Paris Saint-Germain di Piala Dunia Antarklub, Atletico Madrid di LaLiga, serta Liverpool dan Manchester City di Liga Champions memperparah tekanan terhadap mantan gelandang elegan tersebut.
Alonso baru ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid pada Mei 2025 dengan kontrak berdurasi tiga tahun, setelah mencatatkan prestasi luar biasa bersama Bayer Leverkusen.
Ia membawa klub Jerman itu meraih gelar Bundesliga 2023/24 tanpa terkalahkan, menjuarai DFB-Pokal, serta melaju ke final Liga Europa.
Namun, kembalinya Alonso ke Santiago Bernabéu gagal mengulang kisah sukses mantan rekan setimnya, Zinedine Zidane, yang pernah mempersembahkan tiga gelar Liga Champions beruntun.
Sebagai pemain, Alonso mencatatkan 236 penampilan bersama Los Blancos antara 2009–2014, mempersembahkan 1 gelar LaLiga, 2 Copa del Rey, dan La Décima trofi Liga Champions ke-10 yang sangat bersejarah bagi klub.
Ia juga pernah memulai karier kepelatihannya di akademi Real Madrid, melatih tim U-14 sebelum melanjutkan perjalanan ke Real Sociedad B dan kemudian melejit bersama Bayer Leverkusen.












