Strategi kombinasi harga murah dan efisiensi baterai menjadi faktor penting dalam persaingan kendaraan listrik di China yang semakin ketat.
Jika strategi ini berhasil, Xiaomi berpotensi memperbesar pangsa pasar EV sekaligus menekan penjualan Tesla di segmen SUV listrik menengah.
YU7 True Standard Edition menggunakan konfigurasi motor tunggal penggerak roda belakang dengan tenaga 235 kW.
Mobil ini memakai baterai lithium iron phosphate (LFP) yang dipasok oleh CATL.
Secara dimensi, Xiaomi tetap mempertahankan ukuran SUV besar dengan panjang mencapai lima meter.
Namun, bobot mobil dibuat lebih ringan sekitar 253 pon dibanding varian standar sebelumnya sehingga efisiensi daya menjadi lebih optimal.
Sebelumnya, Xiaomi YU7 pertama kali diperkenalkan pada Juni 2025 dengan harga di bawah 48.500 dolar AS.
Saat peluncuran, mobil tersebut langsung mencatat lebih dari 200.000 pesanan hanya dalam waktu tiga menit. Antusiasme tinggi itu membuat daftar tunggu pembelian mencapai hampir satu tahun.
Namun setelah backlog pesanan mulai terselesaikan, penjualan bulanan Xiaomi mulai melambat dan tercatat turun hingga di bawah 10.000 unit pada bulan lalu.
Kondisi itulah yang diduga menjadi alasan Xiaomi meluncurkan varian baru dengan harga lebih agresif.
Persaingan antara Xiaomi dan Tesla di China diperkirakan akan semakin panas dalam beberapa bulan ke depan.
Tesla kemungkinan harus merespons strategi harga Xiaomi jika ingin mempertahankan dominasi di pasar kendaraan listrik terbesar dunia tersebut.











