Seketika.com, Internasional – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan membatalkan rencana pengenaan tarif impor terhadap delapan negara Eropa, Rabu (21/1/2026), hanya beberapa hari setelah ia secara terbuka mengancam akan menekan sekutu NATO demi ambisinya atas Greenland.
Keputusan ini menandai perubahan sikap dramatis Trump, yang sebelumnya bersikeras bahwa Amerika Serikat berhak atas Greenland, termasuk “hak, kepemilikan, dan kedaulatannya”, demi kepentingan keamanan nasional dan dominasi geopolitik di kawasan Arktik.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Trump mengklaim telah mencapai kesepakatan awal dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengenai sebuah “kerangka kerja masa depan” untuk keamanan Arktik.
Kerangka tersebut disebut berpotensi meredakan ketegangan global yang sempat memicu kekhawatiran runtuhnya solidaritas NATO.
Trump juga mengonfirmasi bahwa diskusi lanjutan mengenai Greenland kini dikaitkan dengan proyek Golden Dome, sistem pertahanan rudal berlapis senilai US$175 miliar yang berambisi menempatkan senjata Amerika Serikat di luar angkasa untuk pertama kalinya.
Meski detailnya minim, seorang pejabat Eropa yang mengetahui pembahasan internal NATO namun berbicara secara anonim mengungkapkan bahwa salah satu opsi kompromi yang dibahas adalah pembangunan tambahan pangkalan militer AS di Greenland, bekerja sama dengan Denmark dan NATO.
Namun, pejabat tersebut menegaskan bahwa belum ada kepastian apakah gagasan itu secara resmi masuk dalam kerangka kesepakatan yang diumumkan Trump.












