BisnisPemerintahanPeristiwa

1 Tahun Luthfi–Yasin Pimpin Jateng: Ekonomi Tumbuh 5,37%, Investasi Rp88,5 Triliun, Pengangguran dan Kemiskinan Turun!

25
×

1 Tahun Luthfi–Yasin Pimpin Jateng: Ekonomi Tumbuh 5,37%, Investasi Rp88,5 Triliun, Pengangguran dan Kemiskinan Turun!

Share this article
1 Tahun Luthfi–Yasin Pimpin Jateng Ekonomi Tumbuh 5,37%, Investasi Rp88,5 Triliun, Pengangguran dan Kemiskinan Turun, foto:(jatengprov)

Seketika.com, Semarang – Satu tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen berhasil menghadirkan transformasi nyata di bidang ekonomi, sosial, serta birokrasi.

Potret kinerja dan capaian Luthfi–Yasin dalam menakhodai Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu dipaparkan dalam acara FGD “Ngabuburit Jurnalis: 1 Tahun Luthfi-Yasin” yang digelar Forum Wartawan Pemprov–DPRD Jawa Tengah (FWPJT), di Gedung A Lantai Kantor Gubernur, Senin (23/2/2026).

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Provinsi Jawa Tengah, Dr Zulkifli, menyampaikan, dalam satu tahun kepemimpinan Ahmad Luthfi–Taj Yasin, telah terjadi perubahan signifikan di tiga sektor utama, yakni ekonomi, sosial, serta birokrasi atau tata kelola pemerintahan.

Pada sektor ekonomi, jelasnya, transformasi ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang positif, meningkatnya realisasi investasi yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja, serta inflasi yang tetap terkendali.

Sementara itu, transformasi sosial tercermin dari menurunnya tingkat pengangguran terbuka dan angka kemiskinan.

Adapun pada aspek tata kelola pemerintahan, penguatan terlihat dari capaian otonomi fiskal daerah, indeks reformasi birokrasi, serta indeks integritas nasional.

Zulkifli mengatakan, berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,37 persen. Capaian tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang mencapai 5,11 persen.

Realisasi investasi Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp88,50 triliun, dan mampu menyerap 418.138 tenaga kerja. Di sisi lain, laju inflasi tahunan tetap terjaga pada angka 2,72 persen.