Seketika.com, Internasional – Iran mengajukan proposal mengejutkan untuk meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat. Mereka bersedia melonggarkan kendali di Selat Hormuz jika blokade ekonomi dicabut. Namun, respons dari Washington menunjukkan jalan damai masih jauh dari tercapai.
Iran menawarkan kompromi strategis dengan membuka akses Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia. Sebagai imbalannya, Teheran meminta Amerika Serikat menghentikan blokade dan mengakhiri konflik.
Namun, proposal ini tidak menyentuh isu utama yang dipermasalahkan AS, yaitu program nuklir Iran. Hal ini membuat peluang kesepakatan menjadi kecil.
Selat Hormuz dilalui sekitar 20% perdagangan minyak global. Ketegangan di wilayah ini langsung mendorong harga energi melonjak tajam.
Harga minyak dunia bahkan naik hingga sekitar 50% sejak konflik dimulai. Dampaknya terasa luas, mulai dari kenaikan harga bahan bakar hingga kebutuhan pokok.
Konflik memanas sejak serangan militer AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Sejak itu, kedua pihak terlibat dalam ketegangan yang melibatkan jalur laut strategis.
Amerika menerapkan blokade untuk menekan ekspor minyak Iran. Sebagai balasan, Iran memanfaatkan posisinya di Selat Hormuz untuk mengganggu distribusi energi global.












