BudayaPeristiwaViral

Peuting Muggaran Pecah di Bandung, Penonton Rela Duduk 2,5 Jam

18
×

Peuting Muggaran Pecah di Bandung, Penonton Rela Duduk 2,5 Jam

Share this article
Peuting Muggaran Pecah di Bandung, Penonton Rela Duduk 2,5 Jam foto: (dok@Birokesrajabar)

Seketika.com, Bandung – Pagelaran drama kolosal “Peuting Muggaran” menjadi penutup utama rangkaian Milangkala Tatar Sunda 2026 di Gedung Sate, Bandung. Pertunjukan berdurasi sekitar dua setengah jam itu menghadirkan kisah bernuansa Kerajaan Pajajaran dengan pesan moral yang relevan untuk masa kini.

Acara tersebut juga dihadiri sejumlah seniman nasional hingga tokoh budaya Sunda.

Drama kolosal “Peuting Muggaran” digelar menjelang pergantian hari menuju Hari Tatar Sunda pada 18 Mei 2026. Pertunjukan berlangsung di Gedung Sate, Bandung, dan disutradarai oleh Sujiwo Tejo.

Selain menjadi sutradara, Sujiwo Tejo juga tampil memerankan Sunan Kalijaga. Sementara tokoh Prabu Siliwangi diperankan aktor Teuku Rifnu Wikana.

Sejumlah nama lain ikut terlibat dalam drama tersebut, mulai dari Coki Sitohang, Oni SOS, hingga penyanyi Tri Utami dan Hety Koes Endang.

Pagelaran ini tidak hanya menjadi hiburan budaya, tetapi juga membawa pesan moral tentang kehidupan masyarakat Sunda. Nilai seperti menjaga alam, kepemimpinan bijak, hingga konsep silih asah, silih asih, dan silih asuh menjadi inti cerita.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai kisah Pajajaran bisa menjadi pijakan dalam membangun masa depan. Menurutnya, memahami sejarah penting untuk melahirkan kebijakan yang lebih manusiawi dan berakar pada budaya lokal.