BisnisHukum dan KriminalInternasional

Pencurian Bitcoin 240 Juta Dolar Terungkap, Pelaku Habiskan Jutaan Dolar untuk Pesta dan Mobil Mewah

58
×

Pencurian Bitcoin 240 Juta Dolar Terungkap, Pelaku Habiskan Jutaan Dolar untuk Pesta dan Mobil Mewah

Share this article
Pencurian Bitcoin 240 Juta Dolar Terungkap, Pelaku Habiskan Jutaan Dolar untuk Pesta dan Mobil Mewah, foto:(ap)

Seketika.com, Internasional – Jaringan anak muda diduga berhasil mencuri Bitcoin senilai lebih dari US$240 juta dari seorang investor di Washington melalui modus rekayasa sosial. Setelah mendapatkan aset kripto tersebut, para pelaku justru menghamburkannya untuk mobil sport, pesta klub malam, jet pribadi, rumah mewah hingga jam tangan mahal sebelum FBI memburu mereka.

Kasus pencurian Bitcoin senilai lebih dari US$240 juta di Amerika Serikat menjadi sorotan setelah penyelidikan mengungkap gaya hidup mewah para tersangka.

Kelompok yang beranggotakan anak muda tersebut diduga menggunakan teknik social engineering untuk mengambil alih akses korban dan menguras lebih dari 4.100 Bitcoin.

Salah satu nama yang menjadi pusat perkara adalah Malone Lam, 22 tahun. Lam diduga berperan dalam mengatur serangan terhadap seorang investor kripto kaya di Washington, DC.

Setelah aksi tersebut berhasil, uang dan aset digital hasil kejahatan digunakan untuk membiayai kehidupan mewah.

Menurut jaksa, Lam dan kelompoknya menghabiskan jutaan dolar di klub malam, membeli puluhan kendaraan mewah, menyewa properti mahal, menggunakan jet pribadi dan membeli barang bernilai tinggi.

Kasus ini menunjukkan bagaimana rekayasa sosial dapat menjadi senjata efektif dalam kejahatan kripto.

Alih-alih membobol sistem secara langsung, pelaku memanipulasi korban agar memberikan akses atau informasi keamanan yang kemudian digunakan untuk mengambil aset digital.

Kasus tersebut juga memperlihatkan persoalan lain: transaksi kripto memang berlangsung secara digital, tetapi kesalahan manusia dapat menjadi pintu masuk bagi pencurian dalam skala sangat besar.

Peneliti keamanan siber Allison Nixon menilai penegak hukum membutuhkan sumber daya lebih besar untuk mengejar kelompok-kelompok semacam ini.

Dalam sumber kasus, pengaduan penipuan investasi kripto kepada FBI disebut meningkat hampir 50 persen pada 2025. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa kejahatan berbasis aset digital terus menjadi persoalan serius.

Perkara ini juga berlangsung di tengah perubahan pendekatan pemerintah AS terhadap industri kripto dan penegakan hukum terkait aset digital.

Pada 18 Agustus 2024, seorang investor kripto yang disebut sebagai “Korban 7” menerima panggilan telepon ketika berada di rumahnya di Washington.

Penelepon pertama mengaku sebagai perwakilan Google dan berbicara mengenai dugaan upaya pembobolan akun. Setelah itu, penelepon lain mengaku berasal dari bursa kripto Gemini.

Menurut jaksa, korban kemudian dimanipulasi agar memberikan akses ke Google Drive serta kode keamanan yang berkaitan dengan aset digitalnya.

Informasi tersebut diduga memungkinkan Lam dan rekan-rekannya mengambil lebih dari 4.100 Bitcoin.

Besarnya hasil pencurian membuat para pelaku langsung menyadari nilai aset yang mereka dapatkan.

Rekaman pribadi yang kemudian dipublikasikan oleh penyelidik kripto ZachXBT disebut menangkap reaksi mereka ketika mengetahui jumlah Bitcoin yang berhasil diambil.

Setelah itu, aset tersebut diduga dipindahkan melalui berbagai platform untuk menyamarkan asal-usulnya.

Kelompok tersebut juga menggunakan jasa spesialis pencucian uang untuk mengubah aset kripto menjadi mata uang fiat.

Penyelidikan mulai menemukan titik terang setelah Jeandiel Serrano diduga gagal menyembunyikan alamat IP ketika membuat akun di sebuah bursa kripto.

Akun tersebut digunakan untuk menyimpan hampir US$30 juta dalam aset kripto yang diduga berasal dari pencurian.

Penyelidik kemudian menghubungkan alamat IP tersebut dengan sebuah rumah di Encino, California, yang disewa Serrano dengan biaya sekitar US$47.500 per bulan.

Salah satu ciri mencolok dari kelompok ini adalah pola pengeluaran mereka setelah pencurian.

Lam dan rekan-rekannya disebut menghabiskan sekitar US$4 juta di klub malam dalam kurun satu bulan.

Lam juga diduga membeli lebih dari 30 kendaraan, termasuk Porsche, Lamborghini dan Ferrari yang dipesan khusus.

Selain mobil, aset curian disebut digunakan untuk membeli jam tangan senilai US$2 juta serta barang mewah lainnya.

Kekayaan mendadak kelompok tersebut ternyata juga menarik perhatian pelaku kriminal lain.

Sekitar sepekan setelah pencurian besar itu, orang tua Veer Chetal menjadi korban penculikan di Danbury, Connecticut.

Mereka diduga diserang dan dipaksa masuk ke sebuah van oleh sekelompok pria bertopeng. Tujuannya adalah menjadikan mereka alat untuk menekan Chetal agar menyerahkan bagian dari aset kripto yang dicuri.

Rencana tersebut gagal setelah saksi melaporkan kejadian itu kepada polisi.

Pada 9 September 2024, FBI menggeledah apartemen Chetal di Brunswick, New Jersey.

Penyidik menemukan aset kripto yang disebut bernilai sekitar US$37 juta. Chetal kemudian memilih bekerja sama dengan penyidik.

Dalam perkara lain, Chetal akhirnya mengaku bersalah atas tuduhan konspirasi pada November 2024 dan masih menunggu vonis.

Serrano ditangkap FBI di Bandara Internasional Los Angeles pada 18 September 2024.

Saat penangkapan, ia disebut mengenakan jam tangan bernilai sekitar US$500.000. Menurut jaksa, Serrano kemudian mengakui kepemilikan sekitar US$20 juta kripto yang diduga berasal dari pencurian.

Lam juga ditangkap pada tanggal yang sama di salah satu rumah mewahnya di Miami.

Sebelumnya, ia sempat menerima peringatan bahwa aparat akan datang menangkapnya.

Secara keseluruhan, 18 orang telah didakwa dalam perkara tersebut.

Lam dijadwalkan menjalani sidang terkait kesepakatan pembelaan. Ia disebut menjadi terdakwa ke-11 yang memilih mengaku bersalah dalam rangkaian perkara tersebut.

Pada tahap awal kasus, jaksa memperkirakan pedoman hukuman dapat merekomendasikan hukuman penjara minimal 14 tahun apabila Lam terbukti bersalah.

Sejumlah terdakwa lainnya juga telah menerima hukuman.

Dua pelaku pencucian uang dijatuhi hukuman sekitar enam tahun penjara, sementara Tucker Desmond mendapatkan hukuman percobaan setelah mengaku menghancurkan bukti yang berkaitan dengan kejahatan kelompok tersebut.

Dalam sidang vonis, hakim Colleen Kollar-Kotelly menegaskan bahwa usia muda tidak otomatis menjadi pembenaran atas tindakan para terdakwa.

Perkara Malone Lam menjadi salah satu tahap penting dalam rangkaian penanganan kasus pencurian kripto bernilai ratusan juta dolar tersebut.

Chetal telah mengaku bersalah dan menunggu vonis, sedangkan proses hukum terhadap Serrano masih berjalan.

Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bagi pemilik aset digital bahwa serangan terhadap kripto tidak selalu dimulai dari peretasan teknologi.

Manipulasi psikologis, penyamaran identitas dan pengambilan informasi keamanan dari korban dapat menjadi bagian penting dari modus kejahatan.