Sementara itu, di bawah arahan pelatih Liam Rosenior, Chelsea sebenarnya memberikan perlawanan sengit meski akhirnya harus bermain dengan 10 orang.
Bagi Arsenal, kemenangan ini menjaga jarak dari pesaing terdekat sekaligus memperkuat posisi di puncak klasemen.
Sebaliknya, kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Chelsea. Ambisi mereka menembus empat besar kini semakin berat, terlebih dengan persaingan ketat menuju zona Liga Champions.
Arsenal membuka keunggulan pada menit ke-21. Berawal dari sepak pojok Bukayo Saka, Gabriel Magalhaes menyambut bola di tiang jauh sebelum Saliba menuntaskannya menjadi gol.
Chelsea membalas jelang turun minum. Dari sepak pojok Reece James, tekanan di kotak penalti membuat Hincapie justru mencetak gol bunuh diri.
Memasuki babak kedua, duel berlangsung terbuka. Raya sempat bertabrakan dengan Joao Pedro saat mengantisipasi bola mati.
Namun, pada menit ke-66, skema sepak pojok kembali menjadi senjata mematikan Arsenal. Rice mengirim umpan presisi yang disambut sundulan Timber untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Kartu merah Neto mengubah dinamika laga. Meski begitu, Chelsea hampir menyamakan kedudukan andai peluang Liam Delap di masa injury time tidak dianulir karena offside.
Arsenal tetap memimpin klasemen dengan selisih lima poin dari pesaing terdekat. Chelsea turun ke posisi enam dan tertinggal enam poin dari zona Liga Champions, situasi yang bisa berdampak besar pada target musim mereka.
(premierleague)












