Perusahaan pialang kapal BRS memperingatkan bahwa lalu lintas komersial di Selat Hormuz berpotensi tetap sangat rendah dalam waktu dekat.
Pemerintah China mengecam langkah AS sebagai tindakan “berbahaya dan tidak bertanggung jawab” yang berpotensi memperparah ketegangan global.
Fabrizio Coticchia, profesor ilmu politik dari Universitas Genoa, menilai blokade ini bersifat selektif.
Menurutnya, AS tidak perlu menutup total jalur laut, melainkan cukup mengontrol arus kapal secara berkala dengan kehadiran militer di sekitar Teluk Oman.












