Ia mengakui pernah menggunakan istilah “kecanduan” dalam wawancara podcast beberapa tahun lalu, tetapi menyatakan bahwa istilah tersebut digunakan secara “terlalu sembarangan.”
“Saya tidak mengaku sebagai ahli medis,” ujar Mosseri di pengadilan.
“Kami menggunakan istilah ‘penggunaan bermasalah’ untuk menggambarkan seseorang yang menghabiskan lebih banyak waktu di Instagram daripada yang mereka rasa nyaman.”
Mosseri juga menyebut bahwa pengalaman pribadi dengan seseorang yang sangat dekat dengannya yang mengalami kecanduan klinis serius membuatnya berhati-hati dalam menggunakan istilah tersebut.
Persidangan memanas ketika pengacara penggugat, Mark Lanier, menyoroti penggunaan filter kosmetik Instagram yang dinilai dapat memicu dismorfia tubuh dan mendorong standar kecantikan tidak realistis.
“Kami berusaha untuk seaman mungkin tetapi juga sebisa mungkin tidak melakukan sensor,” katanya.
Meta diketahui telah menutup seluruh filter realitas tertambah (AR) pihak ketiga pada Januari 2025, menyusul meningkatnya kekhawatiran terkait dampaknya terhadap remaja.
Di ruang sidang, sejumlah orang tua yang anaknya terdampak media sosial tampak emosional saat pembahasan mengenai citra tubuh dan kesehatan mental berlangsung. Hakim bahkan mengingatkan hadirin agar tidak menunjukkan ekspresi persetujuan atau penolakan selama persidangan.












