”Indikator keberhasilan itu bukan pada dominasi logo di terminal, tapi pada kecepatan layanan. Performa bagasi harus benar-benar diwujudkan agar wajah bangsa ini tidak hanya terlihat gagah secara visual, tapi juga prima secara pelayanan,” lanjutnya.
Berdasarkan paparan manajemen, Bandara Juanda kini dikelola melalui enam regional untuk optimalisasi operasional.
Komisi V berharap melalui transformasi ini, aspek customer experience tetap menjadi prioritas utama tanpa harus mengorbankan nilai-nilai historis yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Timur.
(dpr)












