KesehatanPemerintahan

Dokter Muda Gugur Akibat Campak Saat Bertugas, Dedi Mulyadi: Alarm Bahaya KLB di Jawa Barat

10
×

Dokter Muda Gugur Akibat Campak Saat Bertugas, Dedi Mulyadi: Alarm Bahaya KLB di Jawa Barat

Share this article
Dokter Muda Gugur Akibat Campak Saat Bertugas, Dedi Mulyadi Alarm Bahaya KLB di Jawa Barat, foto:(jabarprov)

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat R. VIni Adiani Dewi mengatakan, sudah melakukan koordinasi dengan Kadinkes kabupaten/ kota di Jawa Barat, khususunya di wilayah dengan kejadian campak cukup banyak.

“Kemarin sudah rapat dengan semua Kepala Dinas Kesehatan, saya menyampaikan bahwa harus cepat dilakukan pemetaan, jadi ketika kasusnya meningkat, harus langsung dilakukan CUC bagi orang-orang yang belum diimunisasi campak. Tapi kalau kasusnya banyak itu dilakukan namanya ORI,” jelasnya ditemui di Gedung Sate.

Vini menyebutkan kegiatan itu kini sedang berlangsung di seluruh kecamatan di Kabupaten Garut dan Tasikmalaya karena adanya peningkatan kasus campak. Sementara wilayah lainnya dilalukan CUC dan ORI berdasarkan temuan kasus per kecamatan, seperti di Cianjur.

Kegiatan CUC dan ORI juga segera menyasar 10 kabupaten dan kota lainnya di Jabar secara menyeluruh.

Kegiatan imunisasi campak masal secara nasional terakhir dilakukan pada 2022. Selanjutnya, Pemprov Jabar terus melakukan vaksinasi rutin setiap tahun dengan menyasar balita hingga anak dibawah usai 14 tahun.

“Yang belum akan kita kejar imunisasinya karena sekitar 102.000 anak, data hinggga 2025, yang belum diimunisasi secara lengkap. Untuk orang dewasa diharapkan secara mandiri,” tambahnya.

Vini berharap masyarakat tidak anti terhadap imunisasi dan vaksinasi campak agar KLB campak tidak lagi terjadi kemudian hari.

Menurut ia, wilayah Garut dan Tasikmalaya mengalami kasus campak cukup banyak karena tingkat vaksinasinya yang masih rendah.